Khutbah Rasulullah SAW di Akhir Sya’ban

Assalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh,

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT, alhamdulillah Ramadhan sudah di pelupuk mata. Kita semua tentu berharap dapat dipertemukan dengan sebaik-baik bulan ini. Bulan yang di dalamnya terdapat beragam keutamaan. Siapa yang benar-benar mempersiapkan untuk menyambutnya, insya Allah akan merasakan manisnya kemuliaan di bulan tersebut. Tiada salahnya kita menyimak kembali salah satu khutbah Rasulullah SAW di akhir bulan Sya’ban. Semoga khutbah Beliau dapat merefresh semangat dan ikhtiar kita untuk lebih gencar dalam mempersiapkan diri menyambut bulan seribu bulan, Ramadhan. Imam Ibn Khuzaimah dalam kitab at-Targhib (jld. 2, hal. 217-218), meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat Salman ra yang mengatakan, bahwa Rasul Saw pada hari terakhir bulan Sya’ban berkhutbah di hadapan kaum Muslim, sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Iklan

Hukum-hukum Seputar Puasa (Bagian pertama)

Keutamaan Puasa

Definisi Puasa

Puasa secara bahasa berarti: menahan (الِإمْسَاكُ), diam (الصُمْتُ), tidak bergerak (الرُكُوْدُ) dan yang semakna dengannya. Allah SWT berfirman:

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. (QS. Maryam [19]:26)

Adapun menurut syara’ puasa adalah: menahan diri dari segala yang membatalkan yakni makan, minum, hubungan seks’ memasukkan air ke tenggorokan melalui hidung (isti’âth), muntah dengan sengaja (istiqâ) dengan niat bertaqarrub kepada Allah swt mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Keutamaan Puasa

Banyak riwayat yang menjelaskan keutamaan ibadah puasa antara lain: Baca lebih lanjut