KHUTBAH IDUL FITRI 1431 H: MENJADI KHAIRU UMMAH DENGAN MENAGAKKAN SYARIAH DAN KHILAFAH

Khutbah Pertama

الله أكبر (9x)

الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا و سبحان الله بكرة و أصيلا

لآإله إلا الله و لا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون

لآإله إلا الله وحده صدق وعده و نصر عبده و أعز جنده و هزم الأحزاب وحده

لآإله إلا الله الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

 

الحمد لله… الحمد لله الذي جعل امة سيدنا محمد خير امة من الامم, كقوله تعلى فى كتابه العزيز[1]:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

والذي جعلها خلفاء فى الارض

والذي جعل مُلْك هَذِهِ الْأُمَّة الكريمة يَكُون مُعْظَم اِمْتِدَاده فِي جِهَتَيْ الْمَشْرِق وَالْمَغْرِب[2]… كقول حبيب الاعظم ورسول الاكرم صلى الله عليه واله وسلم[3]:

إِنَّ اللَّه قَدْ زَوَى لِي الْأَرْض ، فَرَأَيْت مَشَارِقهَا وَمَغَارِبهَا ، وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا…

 

والصلاة والسلام على سيد المرسلين ، وإمام المتقين وعلى آله وصحبه ، ومن دعا بدعوته ، والتزم بطريقته ، وجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته ، والأحكام الشرعية مقياساً لأعماله ، ومصدراً لأحكامه  وَمَنْ جاَهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَقَّ جِهاَدِه

اَمَّا بَعْدُ,

أَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 

Allahu akbar (3X) walillahil hamd..

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Hari ini… adalah hari sebagaimana sabda Rasulullah SAW[4]:

يَا أَبَا بَكْرٍ إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا

“…wahai Abu Bakar sesungguhnya untuk setiap kaum ada hari raya dan ini adalah hari raya kita..”.

Hari raya yang disyariatkan pada tahun kedua dari hijrahnya uswatuna wa qudwatuna SAW[5]. Hari yang di dalamnya kita disunnahkan menampakkan rasa  suka cita, gembira, senang serta ceria.

Allahu akbar (3X) walillahil hamd..

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah..

Pada hari ini..hari idul Fitri ini, kita wajib bersyukur pada Allah,  Rab semesta alam, yang menganugrahkan pada kita nikmat yang luar biasa dan tiada tara. Pertama, kenikmatan bertemu  dengan bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan. Kedua,  kita bersama dengan bulan yang mulia ini  dengan keadaan yang sehat wal afiat…

Bulan Ramadhan adalah bulan  yang mulia yang di dalamnya diturunkan Al-qur’an Al-kariem sebagaimana firman-Nya[6]:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya al-Qur’an yang merupakan petunjuk bagi manusia, dan penjelasan-penjelasan mengenai pentunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dengan yang bathil)..”

Bulan yang di dalamnya dibuka pintu-pintu langit, pintu-pintu surga dan semua pintu neraka ditutup[7]. Bulan yang di dalamnya syaithan di belenggu[8].  Bulan  yang di dalamnya pintu rahmat dibuka lebar-lebar oleh Al-khaliq Pencipta alam semesta[9].

Bulan yang digambarkan  oleh beliau SAW dengan[10]:

…وهو شهر أوله رحمة ، وأوسطه مغفرة ، وآخره عتق من النار…

“…Yaitu bulan yang awalnya merupakan rahmat, pertengahannya merupakan ampunan dan akhirnya adalah kebebasan dari neraka…”

Bulan yang siapapun qiyam pada malam-malam harinya dengan penuh keimanan dan ikhlash hanya karena Allah sungguh semua dosanya akan diampuni oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala[11], layaknya ketika dia baru dilahirkan oleh ibunya, tanpa dosa![12] Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang keutamaannya melebihi 1000 bulan[13].

Mudah-mudahan  semua amal kita pada bulan yang mulia, mubarak, lagi istimewa ini diterima oleh Allah Ta’ala, dan kita digolongkan sebagai hamba-Nya yang bertaqwa.

Allahu akbar (3X) walillahil hamd…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah….

Selain rasa syukur dan harapan termasuk hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, melalui bulan yang istimewa ini kita juga diuji dengan ujian yang sangat penting, ujian kesabaran. Sabar dalam menahan diri dari berbagai  godaan dalam melaksanakan perintah Allah, sabar dalam meninggalkan larangan-Nya. Sabar  dalam menghadapi ujian dalam ketaaatan pada-Nya. Sungguh Ramadhan adalah bulan kesabaran. Beliau SAW bersabda[14]:

..وهو شهر الصبر ، والصبر ثوابه الجنة..

“…Ramadhan adalah bulan shabar, dan shabar itu pahalanya surga…”

Sabar adalah salah satu sikap yang sangat terpuji. Bahkan semua bentuk ketaatan pada-Nya tidak akan berhasil tanpa didasari sikap sabar. Baik dalam melaksanakan perintah, maupun ketika meninggalkan larangan-Nya.

Insyaallah dengan barakah bulan Ramadhan Mubarak lagi mulia ini, kita dimasukkan dalam golongan hamba-Nya yang sabar.

Allahu akbar 3X walillahil hamd..

Ma’asyiral muslimin rahmatullahi alaikum..

Sayangnya kegembiraan kita, sukacita kita pada hari ini… terasa kurang sempurna dan kurang lengkap bahkan akan segera berubah menjadi pilu dan sedih ketika kita menatap kondisi obyektif kaum Muslimin, saudara-saudara kita. Kaum Muslimin saat ini sungguh menyedihkan, memilukan. Kaum Muslimin di Palestina yang tiap hari menghadapi teror, pembunuhan, pengusiran oleh bangsa yang paling pengecut di dunia, bangsa keturunan kera dan babi. Kondisi yang tidak kalah menyedihkan juga terjadi di  Irak, Afganistan, Kasymir, Asia Tengah, Pilipina selatan, Pattani dan masib banyak yang lain.

Tidak terkecuali di negeri ini. kondisi kaum Muslimin di negeri ini juga tidak begitu  jauh berbeda. Negeri yang luar biasa kaya-raya. Demikian  kayanya negeri kita sehingga nilai total ikan yang dicuri oleh nelayan-nelayan asing saja lebih dari 40 triliun pertahun[15]. Sayangnya karena  salah urus… negeri ini menjadi negeri yang dililit hutang  dalam jumlah yang hampir mustahil terbayar. Utang negeri kita sudah mencapai 2000 triliun[16]. Ini jelas akan menyedot sumber daya dan dana yang luar biasa besar yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Lebih menyedihkan lagi utang yang demikian luar biasa besar tersebut disamping tidak produktif, juga banyak yang dirampok.  Penduduk miskin dengan penghasilan 200,269 ribu perkapita per bulan di negeri yang disebut dengan ”ratna mutu manikam” per Maret 2010 masih  31.02 juta jiwa[17].

Masalah lain yang tidak kalah seriusnya adalah  biaya pendidikan serta pelayanan kesehatan. Biaya pendidikan dan pelayanan kesehatan semakin hari semakin tidak terjangkau. Di tambah dengan terus naiknya TDL, dan LPG, kebobrokan  moral yang sudah demikian complicated, rasa aman semakin  mahal dan langka, dan masih banyak lagi…

Allahu akbar( 3X) walillahil hamd..

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Kondisi ini bukanlah kondisi yang wajar (thabi’I) dan alamiah bagi kita. Sifat dan karakter yang thabi’i bagi kaum Muslimin adalah khairu ummah, hamba Allah yang mulia, para khulafa yang keberadaan mereka menjadikan negeri-negeri tersebut menjadi baik, bahkan menjadi yang terbaik.  Kaum Muslimin adalah penguasa dunia. Hal tersebut ditegaskan oleh Asy-syaari’ baik pada Kitabullah maupun sunnah Nabi-Nya. Allah Ta’ala berfirman[18]:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ …

Ma’asyiral ‘aa’idin wal ‘aa’idat rahimakumullah…

Tentang ayat tersebut al-Hafidz Ibn Katsir[19] berkata:

…ini adalah janji dari Allah untuk Rasul-Nya SAW, bahwa Allah akan menjadikan umat beliau sebagai khulafa’, yakni para imam bagi manusia dan para wali bagi meraka. Dengan merekalah negeri-negeri akan menjadi baik, dan manusiapun akan tunduk pada mereka.

Sayyid Qutub dalam tafsirnya  Fii Dzilalil Qur’an menegaskan:

…Dan secara faktual janji tersebut sudah pernah terwujud sebagai kenyataan dan (insyaallah) akan terwujud menjadi kenyataan (kembali) selagi kaum muslimin memenuhi syarat yang telah ditentukan Allah…[20]

Masih menurut Sayyid Qutub[21]:

Sesungguhnya yang dimaksud dengan istikhlaf di muka bumi itu adalah kemampuan untuk membangun dan memperbaiki, bukan untuk menghancurkan dan melakukan kerusakan, kemampuan untuk merealisasikan keadilan dan ketentraman, bukan untuk melakukan kedzaliman dan kediktatoran…

Allahu akbar (3X) walillahil hamd..

Tentang masa depan kaum Muslimin,  SAW bersabda[22]:

”إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا…“

Makna  hadits ini dijelaskan oleh Imam al-Hafidz al-Khattabi dengan:

… pengertian hadits tersebut adalah bahwa bumi itu dihimpun, dikumpulkan untukku (Nabi SAW) secara keseluruhan satu kali. Maka  aku bisa melihat bumi dari yang paling timur sampai yang paling barat. Kemudian bumi itu ditaklukkan  untuk umatku bagian demi bagian sampai (akhirnya) kekuasaan umatku mencapi seluruh bagian dari bumi tersebut..”[23].

Syeikhul Islam al-Imam Al-hafidz An-nawawi berkata[24]:

…Di dalam hadits tersebut  ada isyarat bahwa kekuasaan umat ini sebagian besar membentang di dua arah, arah timur dan barat. Dan (memang) begitulah yang telah terjadi.

Allahu akbar (3X) walillahil hamd..

Kita kaum muslimin adalah khulafa, para wali serta penguasa dunia, yang akan menjadikan negeri-negeri di dunia ini menjadi baik, tentram, penuh dengan keadilan. Bukan  terror, kediktatoran dan kehancuran.

Sungguh  kaum Muslimin sebelum kita khususnya generasi shahabat RA telah membuktikan hal tersebut. selama 13 abad khilafah Islam, kaum Muslimin menjadi marcusuar peradaban, ketika bangsa Eropa masih primitive. Kaum Muslimin hidup dengan penuh kedamainan dan keadilan ketika Eropa masih hidup dibawah kesewenang-wenangan dan kebengisan para Raja.

Selama kurang lebih  13 abad  futuhat… wilayah kaum Muslimin  membentang luas mencapai hampir 2/ 3 dunia.

Ketika itu kaum Muslimin bersatu di bawah naungan khilafah Islam, bukan berdasarkan warna kulit, atau nasionalisme, juga bukan karena semangat kekerabatan atau keluarga, suku atau ras.. Tapi kaum Muslimin disatukan oleh aqidah yang sama, oleh dien yang sama dan oleh semangat jihad dan dakwah yang sama …

Allahu akbar(3X) walillahil hamd…

Ma’syiral muslimin rahimakumullah..

Itulah kita, kaum Muslimin, itulah karakter dan sifat thabi’I kita sebagai umat. Generasi Islam sebelum kita telah membuktikan janji Allah dan Rasul-Nya SAW tersebut. Bagaimana dengan kita?

Ma’asyiral ’aa’idin rahimakumullah..

Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Dalam tafsir Fathul Qadir al-hafidz Asy-syaukani menjelaskan[25]:

(maknanya…) Kalian adalah sebaik-baik umat selama keadaan kalian menyeru (pada yang makruf), melarang (kemungkaran), dan beriman pada Allah. Dan dengan hal-hal yang Allah wajibkan atas kalian untuk beriman di dalamnya. Yaitu kitab-kitab-Nya, Rasul-Nya serta hal-hal Allah syariatkan untuk hamba-Nya. Sungguh tidak sempurna keimanan pada Allah kecuali beriman pada perkara-perkara ini…

Ma’asyiral ‘aa’idin wal ‘aa’idat rahimakumullah..

Tentu potret obyektif kaum Muslimin saat ini sangat jauh dari gambaran sebagai khulafa, sebagai penguasa dunia bahkan juga jauh dari gambaran khairu ummah.

Para Ulama telah memberikan penjelasan panjang lebar pada kita, bagaimana agar kita tetap menjadi khairu ummah (sebaik-baik umat), misalnya  al-hafidz Ibn Abdil Bar[26]. Beliau  menyatakan: Adapun keistimewaan dan keutamaan (umat Muhammad) adalah pada apa yang dikatakan Umar (Ibn Khattab RA) terhadap firman-Nya “kalian adalah sebaik-baik umat”. Bahwa mereka menjadi seperti itu adalah dengan apa yang Allah sifati untuk mereka ” kalian memerintahkan yang makruf dan melarang kemungkaran”, maka siapapun yang mengerjakan apa yang mereka kerjakan maka dia seperti mereka.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Ketika Rasulullah SAW ditanya manusia yang mana yang paling baik? Beliau menjawab[27]:

خَيْرُ النَّاسِ أَتْقَاهُمْ، وَآمَرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ، وَأَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ، وَأَوْصَلُهُمْ لِلرَّحِمِ

“Manusia yang paling baik adalah yang paling bertaqwa, yang paling banyak melakukan amar makruf dan melarang kemungkaran serta yang paling banyak melakukan silaturrahmi”

Sungguh tepat Imam al-Qurtubi yang menggambarkan korelasi antara sifat khairu ummah dengan amar makruf dan nahi munkar dengan[28]:

… Itu adalah pujian bagi umat ini, selama mereka mengerjakan hal tersebut (yakni amar makruf nahi munkar) dan mensifati diri mereka dengan aktifitas tersebut. Namun apabila mereka meninggalkan perubahan (kemungkaran), dan abai terhadap kemungkaran maka akan lenyaplah  pujian tersebut, dan yang akan mereka dapatkan adalah celaan.

Dengan demikian jelas bagi kita … ayyuhal ikhwah… bahwa karakter  khairu ummat tersebut tergantung pada sejauh maka umat ini melakukan aktifitas amar makruf nahi munkar dan sejauh mana keimanan dia pada Allah SWT. Dan kwalitas aktifitas amar makruf nahi munkar itulah yang akan menentukan sejauh mana kwalitas khairu umah kita Umat Islam.

Allahu akbar (3X) walillahil hamd..

Ma’asyiral ‘aa’idin rahimakumullah…

Tentang amar ma’ruf dan  nahi munkar, Imam An-nasafi menyatakan, yang makruf adalah hal-hal yang dipandang baik oleh syara’ dan akal,  dan yang munkar adalah hal-hal yang dipandang  buruk oleh syara dan akal. Maka yang disebut makruf adalah yang sejalan dengan al-Kitab dan As-sunnah sedang munkar adalah hal-hal yang menyalahi keduanya. Singkat kata, makruf itu adalah ketaatan (pada-Nya) sedangkan munkar adalah maksiat (pada-Nya)[29].

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Bahwa bertahkim pada  hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan yang merupakan kwajiban adalah suatu yang maklum min ad-din bi adz-dzarurah. Baik hukum yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, bermasyarakat, maupun bernegara. Syariat Islam telah menjelaskan pada kita bahwa penerapan hukum syara’ tersebut ada yang bersifat individu, kolektif atau jama’ah, ada juga yang harus melalui negara. Pelakasanaan shalat fardhu, tentu bersifat pribadi. Berbeda dengan hukum syara’ yang mengatur kehidupan bernegara dan bermasyarakat. misalnya hukum yang terkait dengan sistem ekonomi, sistem pemerintahan, monoter dll tentu negaralah yang menerapkan bukan hanya individu atau jamaah.

Allahu akabar (3) walillahil hamd..

Tentang  kwajiban adanya khilafah untuk menerapkan syariah-Nya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat adalah suatu yang “muttafaq inda ahli al-ilm wala khulafa fiihi”. Begitu pula wajibnya mengangkat khalifah, ketika khalifah  tersebut tidak ada di tengah-tengah umat.

Allahu akbar (3X) walillahil hamd..

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Tidak diterapkannya hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan saat ini adalah merupakan kemungkaran yang sangat keji. Tidak diterapkannya hukum Allah merupakan pangkal  yang akan melahirkan berbagai macam-macam cabang  kemungkaran di tengah-tengah umat.  Atau dengan kata lain, diterapkannya system yang tidak islami ditengah-tengah telah menjadi  “induk    dari segala kemungkaran”.

Allahu akbar (3X) walillahil hamd…

Begitu pula sebaliknya… penerapan hukum Allah dalam seluruh kehidupan adalah a’dzamul makruf (makruf yang paling agung). Mengapa? Karena dengan diterapkannya syariah Allah dalam seluruh kehidupan, bukan hanya akan mengakibatkan kaum Muslimin sejahtera, tapi dengan diterapkannya syariah Allah tersebut seluruh umat manusia akan sejahtera. Karena istikhlaf identik dengan keadilan, kesejahteraan, bukan terror, eksploitasi, atau perbudakan dan  imperialisme.

Allahu akbar (3X) walillahil hamd…

Ma’asyira ahbabillah rahimakumullah..

Untuk mengembalikan jati diri kita, karakter kita kaum Muslimin sebagai khairu ummah selain keimanan kita yang mutlak pada Allah SWT, kita wajib melakukan amar makruf nahi munkar.  Dan diantara aktifitas amar  makruf nahi munkar, aktifitas yang paling penting saat ini adalah mengajak dan menyeru umat untuk menerapkan syariat Allah dengan menegakkan khilafah Islam,  sekaligus mengiliminir system hukum yang tidak Islami di negeri-negeri Islam.

Mengapa demikian? Karena sumber berbagai kemungkaran adalah diterapkannya system kufur, dan sumber berbagi hal yang makruf adalah diterapkannya hukum Allah dalam seluruh kehidupan di bawah naungan khilafah Islam.

Allahu akbar (3X) walillahim hamd..

Ma’asyira haarisil Islam rahmatullahi alakum..

Kwajiban  untuk menerapakan hukum Allah di dalam seluruh aspek kehidupan dengan menegakkan khilafah Islam adalah aktifitas kolektif, bukan aktifitas individu. Aktifitas kolektif (amal jama’i) artinya bahwa pelaksanaan kwajiban tersebut harus melalui Jama’ah atau Hizb yang memang didirikan dan berjuang untuk melaksanakan kwajiban tersebut. Dan insyaallah kita adalah bagian dari kaum Muslimin yang sudah  mendedikasikan hidup kita untuk berjuang, berdakwah untuk menerapkan hukum Allah dalam seluruh kehidupan  dengan “iqamah daulah al-khilafah al-Islamiyyah”.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah..

Insyaallah dengan keimanan kita kepada Allah, dan aktifitas amar makuf nahi munkar dengan berjuang, berdakwah untuk menerapkan syariah-Nya di bawah naung Khilafah Islam akan mengantarkan kaum Muslimin, umat ini kembali pada karakter dan thabiatnya sebagai khairu ummah sebagaimana generasi-generasi Islam yang sebelumnya. Insyaallah.

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْءَآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّىْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ, إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا, وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِى وَلَكُمْ, وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


[1] Al Qur’an surah ali Imran ayat 110

[2] Sebagaimana penegasan syeikhul Islam al-Imam Nawawi, syarah shahih Muslim 9/268

[3] Akhrajahu Muslim, idem

[4] akhrajahu al-imam Ibn Majah, Sunan ibn Majah, juz 6, hal 94

[5] Alallamah Ash-shan’ani, Subulus Salam, juz 2, hal 489

[6] Al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 185

[7] Akhrajahu al-imam al-Bukhari, shahih Bukhari 2/672

[8] Akhrajahu al-imam Muslim, shahih Muslim

[9] Akhrajahu al-imam Muslim, shalih Muslim 3/121

[10] Akhrajahu al-Imam Ibn Khuzaimah, shahih Ibn Khuzaimah, 7/115

[11] Akhrajahual-Imam at-Tirmidzi, sunan at-tirmidzi, 3/372

[12] Akhrajahu al-Imam Ibn Majah, 4/292

[13] Q S al-Qadar, ayat 1-5

[14] Akhrajahu Ibn Huzaimah, Shahih Ibn Huzaimah, 7/115

[15] Kompas.com, sabtu 21 Agustus 2010

[16] Kompas.com, jum’at 16 april 2010

[17] Republika.co.id, 21 Agustus 2010

[18] Al Qur’an Surah An nur ayat 55

[19] Imam al-hafidz Ibn Katsir, Tafsir al-Qur’anul Adzim, 6/77

[20] Sayyid Qutub, Fi Dzilalil Qur’an, 6/120

[21] Sayyid Qutub, Fii Dzilalil Qur’an, 5/393

[22] Akhrajahu al-imam Muslim, shahih Muslim, 4/2215

[23] Al-allamah Muhammad bin Abrurrahman al-mubarakfuri, Tuhfatul ahwadzi syarah sunan at-tirmidz, 4/468

[24] syeikhul Islam al-imam al-hafidz An-nawawi, syarah shahih Muslim, 9/268)

[25] Al-hafidz asy-syaukani, Fathul Qadir 2/11

[26] Al-imam al-hafidz Ibn Abdil Bar, al-istidzkar 1/190

[27] Akharajahu Ath-thabarani, al-Mu’jamul Kabir, 17/495

[28] Imam al-Qurtubi, Al jami’ li Ahkamil Qur’an, 4/173

[29] Imamm an-Nasafi, Tafsir an Nasafi, 1/174

_____________________________________

Khutbah Kedua

الله أكبر (9X)

لآإله إلا الله الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ، أشهد أنى إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ،

اللهم صل على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد ، فيا أيها المسلمون، أصيكم وإياي بتقوى الله وطاعته في كل وقت لعلكم تفلحون.

قال تعالى : { يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون}.

Mari pada khutbah yang kedua ini kita tutup dengan doa bersama-sama. Semoga Allah SWT mengabulkan do’a-do’a kita.

وصلى الله على سيد المرسلين ، وإمام المتقين وعلى آله وصحبه ، ومن دعا بدعوته ، والتزم بطريقته ، وجعل العقيدة الإسلامية أساسا لفكرته ، والأحكام الشرعية مقياساً لأعماله ، ومصدراً لأحكامه  وَمَنْ جاَهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَقَّ جِهاَدِه…ِ

أَللّهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا، أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ

اللهم اجعلنا وذريتنا من عبادك المخلصين من عبدك الصابرين.. اللهم انفعنا ما علمتنا وعلمنا بما ينفعنا يا مجيب الدعاء يا رب العالمين…

اللهم اجعلنا وذريتنا من عبادك كما قال نبيك الكريم “من يرد الله خيرا يفقهه فى الدين…” اللهم اجعلنا وذريتنا مجتهدا مجاهدا… حارسا أمينا لدينك حاملا لدعوتك.. يا رب العالمين

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ بِلاَدَنَا هَذَا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ سَخَاءً رَخاَءً، اَللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَناَ سُوْأً فَاَشْغِلْهُ فِي نَفْسِهِ وَمَنْ كَادَنَا فَكِدْهُ وَاجْعَلْ تَدْمِيْرَهُ فِي تَدْبِيْرِهُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ فِيْ ضَمَانِكَ وَأَمَانِكَ وَبِرِّكَ وَاِحْسَانِكَ وَاحْرُسْ بِعَيْنِكَ الَّتِيْ لاَ تَناَمُ وَاحْفَظْناَ بِرُكْنِكَ الَّذِيْ لاَ يُرَامُ.

اَللّهُمَّ يَا مُنْـزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ الْحِساَبِ وَمُحْزِمَ اْلأَحْزَابِ اِهْزِمِ اْليَهُوْدَ وَاَعْوَانَهُمْ والَصَلِّيْبِيِّيْنَ الظَّالِمِيْنَ وَاَنْصَارَهُمْ وَالرَّأْسُمَالِيِّيْنَ وَاِخْوَانَهُمْ وَ اْلإِشْتِرَاكَيِّيْنَ وَالشُيُوْعِيِّيْنَ وَاَشْيَاعَهُمْ

اَللَّهُمَّ ارْحَمْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَحْمَةً عَامَّةً تُنْجِيْهِمْ بِهَا النَّارَ وَتُدْخِلْهُمْ بِهَا الْجَنَّةَ. اَللَّهُمَّ اَيُّمَا عَبْدٍ اَوْ أَمَةٍ مِنْ اُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ يُحِبُّنَا وَيَدْعُوْ لَنَا فَثَقِّلْ مِيْزَانَهُ وَحَقِّقْ اِيْمَانَهُ وَاجْعَلْهُ فِي الْجَنَّةِ الْفِرْدَوْسِ اْلاَعْلَى. وَاَيُّمَا عَبْدٍ اَوْ اَمَةٍ مِنْ اُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَلَى خَطَأِ وَهُوَ يَظُنُّ اَنَّهُ عَلىَ الْحَقِّ فَرُدَّهُ اِلَى الْحَقِّ رُدًّا جَمِيْلاً. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا ِلإِخْوَانِناَ الْمُسْلِمِيْنَ حَيِّنِيْنَ لَيِّنِيْنَ سَهِّلِيْنَ حَبِيْبِيْنَ قَرِيْبِيْنَ. وَنَسْأَلُكَ اَنْ تَجْعَلَناَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُيَسِّرِيْنَ وَلاَ تَجْعَلَناَ مُعَسِّرِيْنَ وَمُنَفِّرِيْنَ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَ اجْعَلْناَ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ بِإِقَامَتِهَا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، كُلُ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: