Air Susu Ibu (ASI)

Seorang teman bertanya tentang pandangan Islam seputar ASI. Beberapa kali ia minta agar segera dijawab karena istrinya enggan untuk menyusui putri pertama mereka. Lama saya mencari, eh kok akhirnya ’nemu’ artikel bagus. Ini dia. Semoga bermanfaat. Oia semoga istri mas XXX bisa sadar tentang pentingnya ASI dan bisa lebih dekat dan sayang pada si kecil serta mendapatkan balasan yang besar di sisi Allah SWT. Aamiin.

Allah SWT memberikan landasan paling hakiki tentang kewajiban menyusui oleh para ibu dalam Firman-Nya:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

Hikmah ayat yang terkandung dalam kitab Suci Alqur’an tersebut, setidaknya menekankan bahwa Air Susu Ibu (ASI) sangat penting. Tidak main-main, seorang ibu wajib memberikan ASI sampai anaknya genap usia 2 tahun. Namun, untuk konteks sekarang kelihatanya mengalami penurunan (degradasi). Minimal akibat terjadinya pola hidup serta pikir yang membuat agama harus ikut dengan zaman.

Walhasil, ribuan ibu di Indonesia yang demi pekerjaan, ke-seksi-an anggota badan rela menyusui hanya sampai beberapa bulan. Bahkan tidak jarang pula yang menggantikan peran menyusuinya pada botol dot.

Di Amerika filosof bidang ekonomi, Joel Simon, pernah mengemukakan bahwa wanita di sana banyak bekerja di pabrik-pabrik. Namun, wanita-wanita itu juga mempunyai masalah tentang keluarga, terutama perhatianya pada keluarga. Di negara maju dulu memang menjadi trend seorang wanita menjadi wanita karier.
Mereka, sangat senang jika mampu mendapatkan profesi dalam hidupnya dan sejajar dengan laki-laki. Namun belakangan, berdasarkan survei melalui polling oleh sebuah lembaga ternama di sana, menyebutkan 65 persen wanita lebih suka di rumah membina keluarga. Artinya, pola hidup beberapa tahun dulu telah ditinggalkan.

Berbeda dengan Indonesia, propaganda emansipasi telah merubah pola pikir para wanita, mereka ingin sejajar dengan laki-laki, salah satu cara untuk itu adalah dengan bekerja diluar, meninggal anak-anaknya dengan para pembatu . Terlebih ketika krisis ekonomi menyerang bangsa ini, lompatan wanita menjadi wanita karier sebakin besar, praktis merubah pola hidup masyarakat kita. Pandangan masyarakatpun menajdi lain ketika melihat sosok wanita. Wanita menjadi mulia dan mendapatkan emansipasi jika sudah menjadi wanita karier.

Ibu-ibu kita telah melupakan bahwa ASI, mempunyai mukjizat luar biasa bagi manusia. Keunggulan Asi dibandingkan dengan susu Formula adalah:
1. kadar ASI bisa berubah sesuai dengan fase-fase pertumbuhan bayi.
2. Jumlah kalori dan zat gizi berubah berdasarkan keadaan bayi saat lahir, apakah ia lahir prematur ataukah tepat waktu. Bila bayi lahir prematur, kadar lemak dan protein ASI lebih tinggi daripada kebutuhan bayi umumnya, karena bayi prematur membutuhkan kalori lebih banyak.

Hal ini sangat tidak bisa di temui pada susu formula.Unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dibutuhkan bayi, seperti anticore atau sel pertahanan tubuh, sangat tersedia dalam ASI. Ibaratnya mereka sebagai Paspampres, mempertahankan tubuh bayi yang sebenarnya asing bagi mereka, dan melindungi sang bayi dari musuh. Selain itu, ASI merupakan antibakteri. Perbedaanya dengan bakteri pada susu formula, bakteri bisa tumbuh dalam susu biasa yang disimpan pada suhu kamar selama enam jam. Namun, tidak ada bakteri yang muncul dalam ASI yang disimpan dalam suhu dan jangka waktu yang sama.

Ilmu biologi tetap menganggap bahwa ASI sangat di butuhkan bayi dalam perkembangan otak dan tubuhnya. Namun, sampai saat ini, dengan banyaknya iklan susu formula membuat ibu-ibu menjadi kasat mata, untuk memilih susu formula dibandingkan dengan ASI. Susu formula adalah bentuk fermentasi dan modifikasi dari susu sapi sehingga bisa disebut Air Susu Sapi (ASPI). Di dalam ASI, terdapat tiga unsur protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ASPI. Sehingga, dampaknya masih akan di rasa sampai dewasa, dalam menjaga kesehatanya. Sebab, akan memperbaiki dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Ini bisa ditemukan pada air susu ibu pertama keluar atau colustrum. Yang meningkatkan produksi antibodi, menjadi anti-oksidan dan anti radikal bebas (free radicals). Yg akan menghancurkan plasma sel.

Selain itu, kadar 3,5-4,5 persen lemak menjadi sumber utama ASI dalam kandungan nutrien. Kemudian karbohidrat, yang kandungan utamanya adalah laktose, kadarnya paling tinggi dibanding susu mamalia lain (7%). Protein, dengan kadar 0,9 persen. ASI mengandung garam dan mineral lebih rendah dibanding susu sapi. Vitamin, ASI cukup banyak mengandung vitamin yang diperlukan bayi. Yaitu, vitamin K yang berfungsi sebagai katalisator pada proses pembekuan darah, dengan jumlah yang cukup, dan mudah diserap, juga mengandung vitamin E dan D.

Selanjutnya, ASI juga mengandung zat protektif. Yaitu flora normal akibat bakteri Laktobacilus sp. yang berfungsi mengubah laktose menjadi asam laktat dan asam asetat. Keduanya bersifat asam dalam pencernaan, yang mampu menghambat pertumbuhan mikro organisme, seperti bakteri E.Coli. juga laktoferin, yaitu protein yang berkaitan dengan zat besi. Dengan mengikat zat besi, maka laktoferin bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kuman tertentu, seperti Stafilokokus dan Escericia sp. Kemudian mengandung enzim yang dapat memecah dinding bakteri (Lizozim). Antistreptokokus, yang melindungi bayi dari infeksi kuman tertentu. Antibodi, yang dapat mencegah bakteri patogen dan enterovirus masuk kedalam usus.

Akhirnya, tidak ada alasan seharusnya ibu membuang ASI nya untuk hak anaknya. Seandainya mampu di ketahui ibu-ibu karier kita barangkali tidak akan lekas menyapih anaknya. Kalaupun tidak bisa karena tuntutan karier, apa boleh buat. Zaman Rasulullah, pernah ada seorang ibu yang air susunya terus mengalir terus tanpa berhenti. Yaitu Halimah, sekaligus yang menyusui Nabi Muhammad.

10 Manfaat ASI Bagi Bayi

1. Pemberian ASI pada bayi akan meningkatkan perlindungan terhadap banyak penyakit seperti radang otak dan diabetes.

2. ASI juga membantu melindungi dari penyakit-penyakit biasa seperti infeksi telinga, diare demam dan melindungi dari Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi.

3. Ketika bayi yang sedang menyusui sakit, mereka perlu perawatan rumah sakit jauh lebih kecil dibanding bayi yang minum susu botol.

4. Air susu ibu memberikan zat nutrisi yang paling baik dan paling lengkap bagi pertumbuhan bayi.

5. Komponen air susu ibu akan berubah sesuai perubahan nutrisi yang diperlukan bayi ketika ia tumbuh.

6. Air susu ibu akan melindungi bayi terhadap alergi makanan, jika makanan yang dikonsumsi sang ibu hanya mengandung sedikit makanan yang menyebabkan alergi.

7. Pemberian ASI akan menghemat pengeluaran keluarga yang digunakan untuk membeli susu formula dan segala perlengkapannya.

8. Air susu ibu sangat cocok dan mudah, tidak memerlukan botol untuk mensterilisasi, dan tidak perlu campuran formula.

9. Menyusui merupakan kegiatan eksklusif bagi ibu dan bayi. Kegiatan ini akan meningkatkan kedekatan antara anak dan ibu.

10. Resiko terjadinya kanker ovarium dan payudara pada wanita yang memberikan ASI bagi bayinya lebih kecil dari pada wanita yang tidak menyusui.

Perlu diperhatikan bahwa anak yang tidak diasupi Air Susu Sapi (ASPI) sebelum 2 tahun insyaAllah akan sangat mudah sekali diberi makanan padat, maksudnya gak susah makan atau tidak pilih-pilih makan [diambil dari situs http://baitijannati.wordpress.com/, dengan sedikit pengeditan]

2 Tanggapan

  1. artikel yang bagus.
    Alhamdulillah istriku menyusui anak-anakku sampai tuntas.

  2. sewaktu habis sc saya menyusui untuk beberapa minggu kemudian saya mempunyai problem yaitu lecet yang agak parah sehingga pada saat saya memberi asi si kecil menolaknya karena banyak terdapat darah. jadi saya memberi susu botol untuk kira2 4 hari lebih dan sekarang saya memakai pump breast untuk menunggu sampai pulih kembali. saya juga dilema melihat anak saya tidak mendapatkan asi yang baik ketimbang anak yang lain saya benar2 sedih. tapi ketika saya sudah hampir pulih saya beranikan untuk memberi asi kpd sikecil tp sikecil menolaknya. apa yang harus saya lakukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: