Rasulullah SAW. dan Pengemis Yahudi Buta

Allah SWT berfirman di dalam QS. al Ahzâb [33]: 21 :

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا} [الأحزاب: 21]
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Berikut ini kisah teladan dari Rasulullah Muhammad SAW yang agung dan mulia.

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Setiap pagi  Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang  Nabi Rasulullah SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah SAW tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, “Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”, Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah itu?”, tanya Abubakar r.a. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, “Aku orang yang biasa”. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, “benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Subhanallah. Betapa mulia akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita meneladani manusia pilihan ini dengan tanpa tanpa ragu. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. al Hasyr [59]: 7 :

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.

Semoga kita dimudahkan Allah SWT untuk senantiasa mengambil hikmah dan ibroh dari kehidupan Beliau dengan jalan meneladani Beliau dalam seluruh aspek kehidupan kita. Âmîn yâ Mujîbas sâilîn.

12 Tanggapan

  1. subhanalloh,,ijin share ka

  2. Cerita itu Tidak ada diriwayat hadist manapun, ingat larangan rasulullah SAW “barang siapa mengatakan apa yg tidak ku katakan hendaklah mengambil tempat dineraka”
    na’udzubillah mindzalik
    nb:
    kalau saya salah tolong berikan dalil naqlinya biar tidak tersesat

  3. yaa… cerita ini sangat sering beredar ,, adakah haditsnya ?? tolong,, saya sering menceritakan ny pada org lain,, ini termasuk cerita favorit saya tentang Rasulullah,, tpi klo ini hanya cerita rekaan,, na’udzubillah mindzalik.. tentu Allah dan Rasulnya akan marah kepada qta.. tolong berikan sya referensi, terima kasih..

    assalamu’alaikum wr.wb

  4. semoga nabi kita yang mulia selalu mendapatkan kemuliaan sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya

  5. buat kalian yang menanyakan Hadits tentang Hikayah ini, berfikir dan simak kembali Hikayah diatas, sekali lagi, ini Hikayah para sahabat bukan Hadits, ini diceritakan dari sahabat ke sahabat yang lain tentang Rasululloh Saw, coba kalian fikir lagi..
    cerita ini di kisahkan setelah Rasulullah wafat kan..?
    jadi ya gak ada Haditsnya.. :)

  6. Andi: Sebaiknya kita harus kembali lagi pada peristilahan apakah yang dinamakan dengan hadits.

  7. saya ad buku hadits shahih bukhari muslim
    dan saya baca disana ada!

  8. Yaaa…ini di cerita kan oleh aisyah pada ayahandanya tentang betapa syangnya Raosulullah pada umatnya…apa ce hadist apa si dalil naqali..liat dong critra diatas…makanya ngajiii..ngaaajiiiii..ngaji jangn tnggung dong klo mw jadi orang islam yg sejatii….ngaaaajjjiiiiiiiiiiiiiiii…

  9. Mas Galih, mohon info hadits shahih no berapa….Terima kasih

  10. subhanallah….

  11. Ada dua golongan manusia ketika menerima/membaca nasehat yang menyentuh: Golongan pertama, langsung tersentuh, segera introspeksi, malu pada dirinya. kemudian beristighfar memohon ampun kepada Allah menyadari kelemahan-kelemahan dirinya. Kedua, langsung berfikir dari mana sumbernya, siapa yang mengatakannya, valid atau tidak, dari Qur’an-Sunnah atau bukan, bisa dipertanggung jawab tidak, dst. Golongan pertama adalah golongan yang beruntung karena nasehat itu menyadarkan dirinya lalu berusaha memperbaiki diri. Golongan kedua adalah golongan yang bodoh dan merugi karena nasehat yang diterimanya tidak masuk ke dalam hatinya, tidak berpengaruh pada perbaikan dirinya, malah ia sibuk mencari dalil dan sumbernya. Nasehat itu tidak perlu dalil. “Agama adalah nasehat,” kata Nabi SAW.

  12. itu hnya slah satunya…blum milyaran yg tak terhitung kebaikan Rassullulah kpd kta smpaei skrng ini hngga akhir zman…jd jgn dperdebatkan tntang hdistnya, tnpa hadist pun kbenaran Rassullulah tak sak lgi knytaanya..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.